JAKARTA – 15 Juli 2025, Kapal Tanker MT Mabrouk tipe Suezmax yang dinakhodai oleh Kapten Alfons Simon Gustaf beserta crew telah berhasil menyelesaikan proyek Commissioning New SPM 320.000 DWT EPC (Engineering, Procurement, Construction) di Lawe-Lawe, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 3 - 5 Mei 2025. Proyek ini menjadi milestone strategis bagi Waruna Group dalam mendukung peningkatan kapasitas Kilang Pertamina Internasional, sekaligus merupakan uji coba perdana operasional Single Point Mooring (SPM) baru dengan kapasitas lifting hingga 320.000 DWT.

SPM adalah fasilitas lepas pantai yang digunakan Pertamina untuk menerima atau mengirimkan produk minyak dan gas, seperti minyak mentah atau bahan bakar minyak (BBM), dari dan ke kapal tanker. SPM memungkinkan kapal tanker untuk berlabuh dan melakukan transfer muatan di tengah laut, bahkan saat kapal tersebut tidak bisa merapat ke dermaga konvensional.
SPM membantu memastikan pasokan energi yang berkelanjutan, karena memungkinkan pengiriman bahan bakar dalam jumlah besar dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur dermaga yang terbatas. Dengan adanya SPM, Kilang Pertamina Internasional dapat mengoptimalkan proses bongkar muat minyak dan gas, serta memastikan kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah.

Commissioning New SPM 320.000 DWT yang dilaksanakan oleh Kapal Tanker MT Mabrouk merupakan proyek untuk untuk mengevaluasi performa, efisiensi, dan aspek keselamatan. Dimulai dari kegiatan sandar kapal, proses crude transfer, hingga proses lepas sandar kapal. Adapun tujuan utama commissioning adalah sebagai berikut:
-
Memastikan bahwa kondisi SPM 320,000 DWT aman untuk dilakukan transfer cargo dari kapal
-
Dewatering at Unloading 52inch Pipeline
-
Troubleshooting & Maintenance
-
Compliance & Safety
Kegiatan commissioning melibatkan kolaborasi tim offshore-onshore, termasuk kontribusi Kapal Tanker MT Mabrouk milik Waruna Group yang memenuhi spesifikasi teknis Kilang Pertamina Internasional dalam mendukung proyek Commissioning New SPM 320.000 DWT. Proyek commissioning telah dikoordinasikan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan terkait perizinan untuk pelaksanaan penyandaran perdana dan Ditjen MIGAS terkait Pemeriksaaan Keselamatan & Inspeksi Instalasi Pipa Penyalur.

Secara umum, rangkaian aktifitas Commissioning New SPM 320.000 DWT yang telah dilaksanakan Kapal Tanker MT Mabrouk adalah sebagai berikut:
1.Toolbox Meeting
Pembahasan prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sebelum pekerjaan dimulai.
2. Packing Line Pipeline
Pengisian crude oil ke pipa menggunakan tangki existing.
3. Sandar Kapal di New SPM 320.000DWT
Kapal MT Mabrouk (tipe Suezmax) melakukan sandar di SPM 320.000DWT.
4. Crude Transfer
Melakukan crude transfer dengan total 500 MB (225 MB untuk dewatering, 275 MB feed ke tangki).
5. Safety Patrol
Inspeksi atau pengawasan ketat area onshore-offshore untuk menjamin keamanan selama proses commissioning dan crude oil berlangsung.
Berdasarkan hasil ujicoba operasional, Kapal Tanker MT Mabrouk berhasil dapat melakukan sandar dan lepas sandar (berthing-unberthing) dengan baik ke SPM 320.000 DWT. Sehingga keberhasilan ini merupakan benchmark dan persiapan selanjutnya bagi Kilang Pertamina Internasional untuk Performance Test menggunakan Very Large Crude Carrier (VLCC).
Keberhasilan Commissioning New SPM 320.000DWT diapresiasi oleh Kilang Pertamina Internasional secara khusus dengan diberikannya penghargaan kepada Kapal Tanker MT Mabrouk dan nahkoda beserta seluruh crew. Hal ini tidak lepas dari kerja keras, dedikasi, kolaborasi, dan komitmen tinggi yang telah ditunjukkan oleh setiap individu yang terlibat. Mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi yang dilakukan secara profesional, prosedural dan mengedepankan aspek keselamatan. Keberhasilan Commissioning ini tidak hanya menandai pencapaian teknis, tetapi juga menunjukkan kekuatan kerja tim dan kepimpinan yang solid antara sinergi tim Waruna Group dan Pertamina.